Showing posts with label Pelatihan Belajar Menulis PGRI. Show all posts
Showing posts with label Pelatihan Belajar Menulis PGRI. Show all posts

Monday, November 15, 2021

Menulis dikala Sakit

 

    Hari ini Senin, 15 November 2021 merupakan pertemuan ke-19. Setelah sekian lama absen di kelas belajar menulis... malam ini kucoba kembali membangkitkan ghirah menulisku yang hilang disela –sela waktu istirahatku karena seharian mengikuti wokshop PTK karena aku merasa tertarik dengan materi yang dihadirkan malam ini. “Menulis dikala Sakit” adalah topik bahasan malam ini. Bapak Suharto, S. Ag., M. Pd seorang putra Betawi yang akrab disapa Cing Ato merupakan seorang PNS Guru Fiqih di MTsN 5 Jakarta adalah narasumber kami dan yang menjadi moderator kami adalah Bunda Hasima Abdi Putri.

    Segudang pengalaman dan prestasi telah ditorehkan Cing Ato dalam dunia menulis, seperti:

1. Pengalaman yang pernah ditempuh:

a) Pelatihan menulis bersama KSGN    Akhir  Desember 2016 di Wisma UNJ Jakarta, selama 3 hari 3  malam.
b) Pelatihan menulis MWC Media Guru di Cipanas  Akhir Desember 2017, selama 3 hari 2 malam
c) Pelatihan menulis 2017 bersama Om Jay di acara public speaking di Jakarta
d) Pelatihan menulis 2020 bersama Om Jay angkatan ke 8. ( Dalam kondisi sakit)
e) Pelatihan Desain cover buku dengan pak Ajhinata (2021)

2. Prestasi yang dicapai:
a) Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 17
b) Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 19
c) Buku antologi
          1) Bukan Guru Biasa (2016)
          2) Guru Inspiratif (2020)
d) Buku Solo
          1) Mengejar Azan (2018)
          2) GBS Menyerangku (2020)
          3) Menjadi Pribadi Unggul (2020)
          4) Kompilasi Kisah Inspiratif (2021)
          5) Belajar Tak Bertepi (2021)
          6) Aisyeh Menunggu Cinta (2021)
          7) Menepis Kesulitan Menulis (2021)
e) Masih Dalam proses
           1) Kado Spesial Sang Bintang ( tinggal menunggu kisah inspiratif dari murid-murid  yang          
                sukses tembus kuliah keluar negeri Jepang, Turki, Mesir, Yaman, Thailand, dan lainnya)
           2) Lentera Ramadan ( tinggal disempurnakan sedikit insyaallah, sebelum Ramadan sudah terbit.
           3) Cing Ato Berpantun
           4) Cing Ato Berpuisi
           5) Menulis di Kala Sakit
           6) Belajar Fikih ( buku mata pelajaran)
f) Masih Dalam ide
            1) Menyongsong Pendidikan Abad 21
            2) Menjadi Guru yang dirindukan
            3) Mengubah PTK menjadi Buku
            4) Mengubah Tesis Menjadi buku
            5) dll
3. Medsos
       1.  Instragram ( @Suharto. cingato.cing)
       2. Facebook.   ( @ Suharto.cingato.cing)
       3. Blog              (Suharto13bolgspot.com) & (Suharto69blogspot.com)
       4. Aktif di website YPTD

    Masyaallah... alangkah banyak pencapaian yang telah dibuat Cing Ato. Kagum sekali dengan kegigihan beliau dalam berjuang melawan penyakit GBS yang dideritanya. Untuk pertama kalinya kudengar nama penyakit itu maka ku sempatkan searching di Mbah Google 😅😅 untuk menuntaskan rasa penasaranku. Ternyata penyakit GBS (Guillain-Barre Syndrome) merupakan sebuah penyakit autoimun yang cukup langka yang artinya kerusakan selubung tersebut disebabkan oleh komponen sistem imun tubuh pengidap. Hal ini sering kali dipicu oleh infeksi karena bakteri atau virus. Bakteri yang sering dikaitkan dengan terjadinya GBS adalah campylobacter yang menyerang sistem pencernaan. Virus yang sering dikaitkan dengan GBS adalah virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan HIV.

    Perlahan tapi pasti ku naik turunkan scroll di gawai yang kugenggam sambil menyimak pemaparan materi dari Cing Ato. Kubaca pelan – pelan apa yang dipaparkan Cing Ato. Semakin bertambah kekaguman dengan sosok Cing Ato. Disaat seseorang berada di titik terendah seperti yang dirasakan Cing Ato saat ini justru tidak menyurutkan semangat Cing Ato untuk berkarya dalam menulis.

Beberapa quotes Om Jay yang selalu menyemangati beliau untuk menulis antara lain:

1. " Tulis apa yang ada disekitar kita, tulis yang sederhana dahulu, tulis yang kamu bisa dan kuasai, serta mulailah menulis apa yang kamu alami dan rasakan" .

2. "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”.

    Terkesan sederhana namun bermakna... hal itu juga sama seperti yang kurasakan saat ini. Dengan terbitnya buku perdana solo "Mengejar Azan" semakin memacu semangat menulis Cing Ato untuk menerbitkan buku solo sendiri. Namun sayang disaat yang bersamaan Cing Ato harus mengalami ujian yang benar – benar menguras energi, tenaga, dan pikiran yaitu pada saat Cing Ato terkena penyakit GBS. Selama kurang lebih 1 tahun beliau harus istirahat total. Apa mau dikata karena passion menulis Cing Ato semakin membara maka tidak ada halangan bagi beliau untuk terus menulis. Didukung oleh banyaknya respon positif berdatangan dari reader hingga banyak yang membaca bahkan selalu menunggu tulisan berikutnya membuatnya tambah semangat. Sehingga tidak akan tidur sebelum ketemu bahan untuk ditulis besok. Sambil berikhtiar untuk sembuh Cing Ato kembali menyerahkan segala permasalahan ke tangan Allah SWT sang pemilik atas jiwa dan raga manusia. Dan lagi – lagi Allah SWT memberikan jawabannya berupa dukungan dari seorang teman lama Om Jay yang menghubungi beliau yang pada saat itu serba keterbatasan dan leher masih memakai alat trakeastomi dan hidung masih memakai NGT untuk selang makan. Namun semangat juang Cing Ato tetap bisa dijadikan acuan untuk menyatakan ikut terlibat dalam berbagai kesempatan menulis sehingga sudah menghasilkan karya bahkan telah menghasilkan lebih dari 12 buku dengan 6 judul.

Kemudian lahirlah buku demi buku secara estapet dalam kondisi serba keterbatasan namun tidak menyurutkan semangat Cing Ato untuk tetap berkiprah didunia menulis.

Semakin jauh kurasakan semakin besar rasa ingin tahuku tentang Cing Ato. Jadi kuputuskan untuk terus menyimak isi materi malam ini sebelum akhirnya kuketik resumenya. Again..rasa kagumku bertambah saat kutau Cing Ato tidak hanya menulis buku tapi beliau juga menulis puisi, pantun, dan cara membuat cover. Menulis saja terus, biarkan orang lain yang menilainya begitu katanya. Berbekal semangat yang pantang menyerah dengan semboyan lelah menjadi lillah akhirnya Cing Ato mulai mendaki kesuksesannya buah dari perjuangan kerasnya selama ini. Menjadi narasumber diberbagai event menulis bareng Om Jay hingga dijuluki guru motivator yang inspiratif telah beliau tekuni hingga saat ini.

Diakhir pemaparan beliau memberikan beberapa tips dalam menulis yaitu:

·      Jangan pernah takut untuk menulis.

·      Jangan menunggu pintar baru menulis, menulis saja dahulu nanti pasti pintar.

·      Awali menulis yang sederhana, yang  kita bisa dan yang kita kuasai.

·      Untuk memudahkan dalam menulis mulailah menulis dengan apa yang kita alami dan rasakan,  Explore terus tulisan kita dengan sering - sering membaca tulisan-tulisan karya orang lain.

·      Berilah  dukungan sesama rekan menulis dengan membeli karya teman.

Setelah mempelajari materi yang disampaikan Cing Ato, maka kucoba menyimpulkan pemaparan malam ini yaitu:

1.      Niatkan menulis karena Allah agar kita bisa merasakan kebahagiaan hakiki sehingga tujuan menulis kita bisa tercapai yaitu menebarkan kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain/ pembaca.

2.      Saat kita merasa judul yang kita buat kurang connect / klik dengan isi tulisan kita maka kita harus kembali fokus dengan isi tulisan yang telah kita buat atau sesuaikan dengan tema yang telah kita buat.

3.     Teruslah menulis baik menggunakan HP, aplikasi catatan atau media lainnya. Intinya  kembalilah ke niat awal menulis kita.Teruslah menulis walaupun pendek. Selingi pula menulis artikel, puisi, pantun saat kita mengalami brain stock.Tetaplah istiqomah dalam menulis.

4.      Ingatlah bahwa setiap penulis punya genre masing-masing. Tulislah yang kita bisa dan kuasai, diawali menulis kejadian yang pernah dialami. Step by step hingga akhirnya meningkat ke level selanjutnya.

5.      Munculkan ide-ide menulis dalam diri sendiri dengan mengamati segala hal yang tejadi dalam kehidupan kita. Kemudian perbanyaklah membaca buku, travelling dan lain – lain. Hal ini juga bisa kita terapkan saat muncul rasa bosan akan menulis dalam diri kita.

6.      Teruslah menulis dalam kondisi apapun karena menulis itu sebuah keterampilan, tak ubahnya seperti keterampilan pada umumnya maka  dibutuhkan latihan terus-menerus agar bisa menjadi terampil.

    Seperti yang Allah SWT firman kan pada Q.S. Al ‘Ashr: 1 – 3 yang berbunyi “ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar –benar dalam kerugian dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” Maka hendaklah kita terus berjuang dan berusaha untuk berbuat baik sebanyak mungkin agar masa yang tersisa dalam hidup bisa bermanfaat bagi sesama. 

    Masyaallah ... terimakasih atas sharingnya malam ini Cing Ato🙏 ..semoga Allah SWT senantiasa menganugerahi Cing kesehatan dan istiqomah dalam berbagi dengan sesama walaupun hanya dalam bentuk tulisan namun insyaallah bisa bermanfaat bagi orang lain.





Tuesday, October 19, 2021

Mengatasi Writer's Block

 



Bismillah... Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad... Kuambil laptop yang telah cukup lama mengendap di backpackku setelah kusimpan saat pulang sekolah agar terlindungi dari rinai hujan gerimis di luar. Perlahan kubuka laptopku dan mulai kunyalakan. Gawai yang ready 100% karena langsung ku cas saat pulang sekolah sebagai antisipasi siapa tau nanti malam listrik didaerah rumahku padam lagi. Well..malam ini aku ada kelas Belajar Menulis gelombang 21 bersama Om Jay and the team. Honestly... malam ini aku kurang begitu bersemangat mengikuti kelas menulis...I don’t know why maybe karena aktivitas disekolah yang menumpuk membuatku little bit exhausted. But I’ll try to do my best. Saat kubuka WA chat... kudapati beberapa teman yang antusias menanyakan materi apa yang akan dibahas pada pertemuan ke 7 malam ini? Ya... malam ini merupakan pertemuan ke -7 kelas belajar menulis.. lalu Bu May yang malam ini menjadi moderator kami membagikan flyer materi apa yang akan kami bahas malam ni... “Mengatasi Writer’s Block”, wait... kok bisa pas ya... dengan apa yang kurasakan sekarang.

Pertanyaan menggelitik mulai menghantui pikiranku di tengah rinai hujan yang datang silih berganti malam ini yang cukup deras dan menyejukkan walaupun pagi tadi langit keliatan begitu cerah bersahabat dan matahari pun seakan kompromi dengan semesta untuk mendukung segala aktivitas pagi kami. Yeah.. slowly but sure like a snail kucoba menelaah materi yang disampaikan narasumber malam ini harap – harap bisa membangkitkan passion menulisku yang mulai turun lagi levelnya.

Narasumber pada malam ini adalah seorang wanita muda, cantik nan cerdas asal kota Subang bernama bernama Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.. Seorang peraih Penghargaan Bupati Subang (2020) dan peraih Penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi (2021). Prestasi literasinya yang membanggakan hingga karyanya yang mampu menembus Penerbit Mayor, memberikan jejak prestasi literasi yang baik bagi tanah Subang.

Berikut adalah daftar karya literasi yang sudah dikeluarkan oleh Bu Dita, antara lain:

Karya tunggal :

1. Precious (2017-2019), a novel 12 chapter - tersedia di Wattpad

2. Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja (2019), a short story 10 chapter - tersedia di Wattpad

3. Djogja Backpacker (2019), a short story 5 chapter - tersedia di Storial

4. Buku "Lelaki di Ladang Tebu" (2020), kumpulan cerpen pendidikan (silahkan cek Instagram @dittawidyautami untuk melihat testimoninya)

5. Buku "Membongkar Rahasia Menulis" (2021), kumpulan tulisan selama mengikuti lomba blog PGRI bulan Februari

6. Buku "Sepenggal Kisah Corona : Memoar Perjalanan Hidup Selama Satu Tahun Pandemi" (2021)


Buku karya bersama :

1. Jejak Langkah Guru Subang (2019) - kumpulan best practice, MGMP IPA Subang

2. Guru di Ladang Ilmu (2019) - kumpulan cerpen karya guru, Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB)

3. Sepenggal Kisah di Ruang Cipta Pentigraf (2020) - KPPJB

4. Dari Mata Air Hingga Muara (2020) - Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa)

5. Pelangi Jiwa (2020) - kumpulan kisah inspiratif, KPPJB

6. Pena Digital Guru Milenial (2020) - kisah para guru blogger, PGRI

7. Menyongsong Era Baru Pendidikan (2020) - bersama Prof. Eko Indrajit

8. Pola Pembelajaran yang Efektif dari Rumah (2020) - Hasil Lomba Blog Hardiknas (PGRI)

9. Sumbu Saihu Lisangbihwa (Jan 2021) - antologi puisi Saihu, Saihula, Saihudan bersama Lisangbihwa

10. Dendang Asa Dalam Untaian Kata (Jan 2021) - antologi pentigraf bersama KPPJB Regional Subang

11. Meniti Asa : Kumpulan Kisah Awal Menjadi Guru (Feb 2021) - KPPJB

12. Kelas Bertembok Pelangi (Agustus 2021) - FIMNesia

13. Aku Bangga Jadi Anak Muslim (proses cetak) - Jendela Puspita



Wow.. memiliki karya yang luar biasa sebanyak ini di masa muda adalah suatu pencapaian yang luarbiasa..masyaallah..semoga aja aku bisa ketularan pinternyaJ aamiin ya robbal alamin. Itulah doa yang selalu keselipkan disetiap pertemuan kegiatan menulisku. Bersyukur Allah mempertemukanku dengan orang – orang hebat seperti mereka..

Okay... setelah membaca profil dari narasumberku, aku pun mencoba untuk kembali fokus dengan tulisan meskipun harus berbagi waktu dengan putri kecilku yang juga menuntut tanggung jawabku sebagai seorang ibu untuk menemaninya mengerjakan tugas dari sekolahnya. Bismillah... I try to resume materi yang disampaikan Bu Ditta.






Dimulai dari pengertian writer’s block. Menurut Wikipedia writer's block adalah keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya dan ini bisa menimpa tidak hanya penulis pemula tapi professional juga seperti blogger, mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir, screen writer (penulis naskah seperti untuk film, sinetron), script writer (penulis teks untuk dibacakan pembaca berita), dll juga bisa mengalami Writer’s Block (WB). Hal ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Berapa lama hal ini akan menimpa penulis. Bisa jadi sehari, sebulan atau mungkin lebih tergantung dari orang yang mengalaminya. Dalam sebuah artikel di idntimes disebutkan bahwa berdasarkan sebuah penelitian dari Yale psychologists pada tahun 1970 dan 80-an yang akhir-akhir ini kembali ditinjau New Yorker, writer's block merupakan hal yang konkrit dan fenomena yang bisa diatasi. Untuk memahami fenomena ini, dua orang psikolog, Jerome Singer, dan Michael Barrios pun mengadakan sebuah penelitian terhadap para penulis dengan latar belakang berbeda.








Berikut ini adalah beberapa sebab dan trik mengatasi writer’s block menurut Bu Ditta yang bisa kita terapkan, yaitu :

1. Topik yang asing atau mencoba metode baru dalam menulis bisa membuat kita mengalami writer’s block. Oleh itu kita harus mempelajari metode baru tersebut lebih mendalam. Namun, jika terkait tema, kita bisa memberikan jeda sedikit saat menulis dengan membaca referensi tambahan terkait tema untuk memperkaya wawasan dan kosa kata.

2. Stress. Kalo ini sih..seringkali menimpaku selaku penulis pemula. Banyaknya pekerjaan sekolah yang harus diselesaikan segera, belum lagi masalah anak –anak karena aku adalah seorang ibu berarti mereka adalah tanggung jawabku ditambah lagi urusan pekerjaan rumah. Kuakui semua hal itu seringkali terjadi dan sometimes it makes me a little bit stress sehingga aku ngerasa blank saat ingin menulis. Dari materi Bu Ditta akhirnya aku mencoba menerapkan solusi yang dihadirkan. Bahwa kita harus yakin kalau kita tak akan pernah bisa membuat semua orang suka dengan kita, tapi setidaknya apa yang kita tulis akan tetap bermanfaat minimal bagi diri sendiri. Writer’s Block juga merupakan indikator bahwa fisik/mental kita sedang lelah. So take a deep breath and take a rest when you feel tired (Tarik nafas sejenak dan rehatlah saat kau merasa lelah).

3. Refreshing hati dan otak is also important. Sangatlah penting untuk membuat suasana hati dan otak yang menyenangkan. Karena hal itu tentu akan mempengaruhi tulisan yang akan kita buat. Semakin tenang hati dan otak kita maka akan semakin banyak ide yang akan berhamburan di kepala kita. Dan saat itu terjadi maka segeralah membuat outline tulisan agar ide – ide tersebut tidak hilang begitu saja. Sempatkan waktu untuk “Me time”. It just you..no one else. Lakukan hal yang disukai agar bisa mengembalikan mood dalam diri kita.

4. Terlalu perfeksionis (too perfectionist). To be perfect is normal but too perfectionist is not good enough. Menentukan target yang ingin dicapai saat menulis is essential namun jangan berlebihan. Misalnya kita ingin tulisan kita dibaca ratusan bahkan ribuan orang tapi kita belum juga mulai menulis..Lso kapan bisa terkenalnya atau kita pengen menulis tapi syaratnya ialah tulisan tersebut harus menang dalam lomba menulis... itu mah namanya www.ngimpi.dak mungkin.com alias impossible. So started from today...let’s start from the simple writting... free writing (menulis bebas). Namanya juga menulsi bebas... jadi... ya..suka – suka penulis donkJ. Abaikan sementara aturan penggunaan tanda baca, typo saat pengetikan dan lain – lain . Yang penting mah... nulis dulu. Kalau pun nanti ditemukan kesalahan, direvisi aja.

Again.. narasumber kami melansir dari laman Writer’s Digest, menulis bebas akan membantu melatih otak menggali kata-kata yang sebenarnya sudah ada di dalam kepala sejak lama, dan memberikan tempat untuk kata-kata baru tersebut dalam proyek tulisan yang sedang dikerjakan saat ini. Dengan melakukan kegiatan menulis bebas secara rutin, kita bahkan bisa menemukan ide-ide baru untuk menulis banyak hal lain. Seperti yang selalu dikatakan Om Jay (beliau adalah salah satu tutor dikelas menulis) “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang akan terjadi”. Ternyata obat yang ampuh untuk mengatasi writer’s block adalah menulis. Kalo kata bu Aam baca luruskan dulu niatnya and jangan lupa baca doanya “Allahumma paksakeun..” agar Allah melancarkan niat kita buat menulis.

Dari materi yang telah disampaikan akhirnya aku tahu bahwa Writer’s Block itu bisa muncul tanpa mengenal situasi dan kondisi. Ini bisa menimpa semua penulis jangankan penulis pemula sepertiku bahkan penulis profesional pasti juga akan mengalami writer’s block. Apabila hal ini terjadi pada penulis maka penulis tersebut harus segera mengatasi masalah ini agar tidak kehilangan passion menulisnya. Menulis setiap hari paling tidak luangkan waktu 5 menit saja untuk membuat sebuah tulisan bebas adalah salah satu cara mengatasi writer’s block. Saat lelah dan bosan mulai melanda, rehatlah sejenak. Lakukan hal – hal yang disukai seperti nonton film di bioskop, makan ice cream atau sekedar hang out bareng sahabat agar bisa mengembalikan mood menulis kita. Yang terpenting adalah janganlah terlalu perfeksionis dalam menulis. Saat kita menghasilkan sebuah karya tulis maka bacalah kembali tulisan yang telah kita buat dan ketika menemukan kesalahan dalam tulisan yang kita buat.. maka lakukan revisi. Terimalah setiap saran dan kritik yang disampaikan oleh reader dengan hati yang lapang demi kemajuan tulisan yang telah kita buat. Lakukan Blog Walking alias berkunjung lah ke blog teman – teman yang lain agar kita bisa mendapatkan lebih banyak referensi. Selain itu, perbanyaklah membaca baik tulisan orang lain atau pun dari buku- buku untuk menambah wawasan. Saat ide – ide tulisan berhamburan dari kepala maka buatlah outline tulisan agar kita bisa menampung semua ide yang telah muncul dalam pikiran kita. The last but least...luruskan kembali niat kita agar kita bisa kembali fokus dengan tujuan awal kita. Well... I think that’s all my resume.

.A bunch of thanks to Bu Ditta and Bu May buat ilmunya malam ini... semoga saya bisa tetap istiqomah hingga akhir kelas belajar menulis ini. Insyaallah...

 

Friday, October 15, 2021

Menulis untuk meningkatkan prestasi

 


    Bismillah... Yup.. malam ini aku kembali bergabung  di kelas belajar menulis bersama PGRI dan Om Jay yang sudah memasuki  pertemuan ke - 6. Waaah.. semakin ke depan materi yang kami terima semakin menarik. Malam ini contohnya.. Materi dengan judul " Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi" adalah satu lagi materi yang menarik. Memang Om Jay dan team..ter-the best pokoknya mah.. Setiap pertemuan selalu bisa menghadirkan nuansa yang berbeda. Malam ini narasumber kami adalah dua orang wanita berbakat yang sudah ku kenal saat zoom meeting di Grand Opening. Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd itulah namanya. Seorang Kepala SMP Mathla'ul Hidayah di Cipanas, Lebak yang ceria penuh senyuman lagi ramah sekaligus seorang penggiat literasi, seorang guru Bahasa Indonesia plus seorang penulis yang sudah melahirkan 30  buah buku, dan juga seorang blogger, editor, kurator, moderator, masyaallah... banyak sekali prestasi dari narasumber kami malam ini. Makin menciut saja aku rasanya begitu tahu prestasi yang sudah di buat oleh ibu Aam. Apalagi kelas kami di pandu oleh moderator manis nan ramah biasa kami panggil Miss Phia yang selalu menyemangati saatku merasa down, kelas menulis kami pun semakin seru saja.
    Seperti biasa diawal pembelajaran kami diberikan pertanyaan pemantik yaitu: "Apa tujuan  anda menulis? ". Beragam jawaban pun bermunculan seketika. Melalui mentimeter yang ditampilkan Miss. Phia... kami pun menjawab seperti ingin punya karya sendiri, agar memperoleh ketenangan, menebar manfaat, dll. Ya... itu benar setiap orang pasti mempunyai tujuan menulis yang berbeda - beda. Saat seseorang menulis ide menulis itu bisa bermunculan dari berbagai hal, misalnya mulai dari hal yang disukai, dari album foto, dari diri sendiri, dari cerita teman atau sosmed, hingga dari sekarang maka mulailah menulis. 
Menanggapi berbagai jawaban kami, Bu Aam pun berbagi tips menulis agar kami bisa menciptakan karya tulis yang berkualitas seperti:

·         Menulislah dari hati dengan mengekspresikan ide-ide yang berhamburan.

·     Kalahkan rasa malas dan tingkatkan self confidence (pede) ketika menulis.

·  Selalu mengecek kembali tulisan yang telah dibuat untuk menghindari typo (Salah   Ketik) sebelum tulisan di Publish(diterbitkan)

·    Jadilah seorang Blog Adventurer (penjelajah blog) dan tingkatkan frekuensi eksistensi diri  dengan meninggalkan komentar pada blog teman

·      Keep practising (terus berlatih) menulis setiap hari.

·    Challenge yourself  (tantanglah dirimu) dengan mengikuti perlombaan menulis di berbagai   kesempatan.

·    Never give up!  (jangan putus asa) saat mengalami kegagalan , teruslah menulis agar bisa   berprestasi

·     Jadikan menulis sebagai wadah untuk  berbagi dan menginspirasi negeri.

Selain membagikan Tips Menulis, Ibu Aam yang baik hati dan tidak sombong ini juga membagikan beberapa Tips Agar Menjadi Juara Blog seperti yang sudah beliau lakukan:

 

Kulihat jam dinding di rumahku. Tepat pukul 20.04 wib, sesi tanya jawab pun dibuka. Ada 11
pertanyaan yang diajukan peserta pelatihan kelas belajar menulis malam ini dan semua pertanyaan pun dijawab Ibu Aam dengan santai bahkan beliau tidak segan membagikan beberapa video dari kanal youtube nya sebagai intermezo guna menyiasati agar kami tidak bosan dengan materi yang dibawakan beliau. Bu Aam mah the best euiy... dan berikut ini adalah rangkuman jawaban pertanyaan yang dipaparkan oleh Ibu Aam in my version of course..😄

Bahwa kita harus meluangkan waktu paling tidak 30 menit dari 24 jam yang kita miliki untuk menulis. Biasakanlah menulis satu postingan sehari. Lalu, buat skala prioritas, kerjaan mana yang harus di dahulukan. Untuk menjadi seorang editor maka kita harus menguasai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan fokus pada KBBI online. Begitu pula saat kita ingin menjadi penulis dan editor handal, sering-seringlah melakukan blog walking tulisan teman dan merevisi postingan dan tulisan sendiri sehingga kita terbiasa mengedit dan mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang salah misalnya kata yang disingkat, salah ketik /typo dan lain-lain.

Saat banyak ide yang berserakan di sekitar kita maka tulislah mulai dari sekarang agar menjadi suatu kebiasaan karena yakinlah bahwa semua orang punya  bakat menulis hanya tinggal mengasah kemampuan saja. Untuk membuat tulisan mejadi runtut, langkah pertama yang harus dilakukan ialah membuat outline/ daftar isi. Targetkan daftar tulisan yang kita tulis itu memiliki waktu yang wajib diselesaikan. Jangan lupa untuk menyiasati dengan menulis skala prioritas tulisan mana yang harus diselesaikan terlebih dulu saat godaan untuk berhenti menulis mulai berdatangan. Tingkatkan keberanian pada diri sendiri agar bisa menemukan gaya tulisan sendiri. Just be yourself.. and everything is gonna be easy. Saat mengalami kehabisan ide alias stuck di tengah jalan, berhentilah menulis sejenak dan lakukanlah hal – hal yang disukai seperti travelling, nongkrong bareng teman, menyanyi dan lain – lain agar bisa mengembalikan semangat menulis lalu tancap gas.. menulislah kembali.

Rajinlah membaca buku agar kita bisa menemukan sosok yang bisa dijadikan panutan dalam menulis. Om Jay dan Bunda Kanjeng adalah sosok inspiratif yang selalu bisa menenangkan peserta pemula sepertiku saat mereka sudah membuat tulisan. Penggunaan bahasa tulis yang dikemas menarik dan apik selalu sanggup menyihir penulis lain agar terus bangkit untuk menulis. Hal itu yang kurasakan saat membaca hasil karya 2 sesepuh dunia pernulisan😅(maksa pokoknya...biasanya kan dunia persilatan..nah yang ini dunia pernulisan versi Lusi ya..)

 Selalu semangat untuk menulis, belajar tanpa henti, kumpulkan keberanian, luruskan niat (Allahumma Paksakeun ya..😊), fokus, cari inspirator dan motivator yang sesuai dengan your style, atur skala prioritas, jangan jadikan menulis sebagai beban tapi buatlah sebagai kebutuhan agar gairah ( passion) akan tetap terjaga dan dengan sendirinya kita pun akan naik kelas atau bisa menaikkan level kemampuan kita dalam menulis. Wadidaw..👍 Thanks for tonight Ibu Aam and Miss Phia. Semoga aku bisa mengikuti jejak yang telah kalian torehkan di ajang tulis menulis.. Jadi makin tertantang nih buat menulis...😏😅




 


    

Monday, October 11, 2021

Menulis Buku dari Karya Ilmiah


Bismillah... Senin malam, 11 Oktober 2021 adalah pertemuan ke – 4 kelas belajar menulis gelombang ke 21 dan 22. Adapun materi yang akan dibahas adalah tentang Menulis Buku dari Karya Ilmiah. Masyaallah mendengar judulnya saja udah bisa terbaca kalo tingkat kesulitan materi malam ini sedikit lebih sulit dari hari – hari biasanya bagiku. Bisa gak ya ... karena aku belum pernah membuat karya ilmiah dan juga belum pernah ikut pelatihan pembuatan karya ilmiah. Tapi.. ya sudahlah... seperti kata orang bijak sudah terlanjur basah sekalian aja mandi ... udah terlanjur gabung di kelas menulis ya ... harus sampe selesai.. kurang lebih begitu kayaknya, kataku dalam hati. Malam ini aku mengikuti kegiatan menulis sambil membantu putri kecilku mengerjakan tugas dari guru TK nya. Kucoba sepenuh hati untuk menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber karena aku tidak ingin kesempatan ini terbuang sia – sia.

Kegiatan malam ini dimulai dengan pembukaan oleh moderator yaitu ibu Rosminiyati. Beliau adalah salah seorang guru Bahasa Inggris senior yang juga mengajar di SMKN 2 Pangkalpinang sekolah yang sama denganku. Beliau juga sosok sahabat dan panutanku yang dengan gigih mensupport agar aku bisa bergabung di grup kegiatan menulis ini. And yes... she did it. Finally..aku bergabung di grup ini as I feel very excited and curious tentang tulis menulis. Thanks Mom... 

Adapun agenda kegiatan malam ini, antara lain:

1. Pembukaan

Moderator mengajak peserta pelatihan berdoa sebelum memperkenalkan narasumber ialah seorang guru muda yang cantik, berbakat dan pastinya berprestasi berasal dari Kudus yaitu ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Namun dikarenakan narasumber sedang ada kegiatan luring maka moderator mengambil alih kegiatan sesaat untuk mengisi waktu hingga narasumber hadir. Bu Ros memberikan beberapa pesan yang bisa menjadi motivasi kepada kami agar bisa menjadi lebih bersemangat lagi dalam mengikuti kegiatan belajar menulis ini seperti:

a. Bahwa kehadiran kami dikelas belajar menulis merupakan takdir maka barengilah dengan ikhtiar yang maksimal.

b. Belajar menulis ada di mana-mana. Akan tetapi kelas menulis PGRI asuhan Om Jay ini sangat istimewa. 

c. Pertahankanlah gelar blogger dan writer yang telah melekat pada diri kita.

d. Buatlah resume menggunakan kalimat agar bisa menjadi bahan rujukan belajar dan memudahkan untuk mengikatnya menjadi buku solo.

e. Praktikkan segera ilmu dari narasumber dalam menulis resume atau pun tulisan lainnya agar perbaikan dalam menulis langsung dirasakan. 

Lalu beliau juga menampilkan sebuah video via youtube hasil karya yang beliau buat untuk menambah referensi agar semangat menulis kami terus meningkat.

2. Materi Inti (19.00 – 20.00 WIB)

Tepat pukul 19.30 wib, Ibu Nora (begitulah sapaan akrabnya) mengambil alih untuk menyampaikan materi yaitu Bagaimana Menulis Buku dari Karya Ilmiah. Diawali dengan menampilkan 2 judul buah buku hasil karya Ibu Nora yaitu:

• Gamification merupakan best practice kolaborasi Ibu Nora dan Prof.R. Eko Indrajit seorang penulis buku yang juga terinspirasi untuk meneliti dengan tema gamifikasi di saat pandemi. 

• Kiat Praktis Menulis Berbasis Riset merupakan ubahan tesis Bu Nora tahun 2013.

Lalu Bu Nora menjelaskan bahwa beliau sangat ingin karya tulisnya dinikmati banyak orang sehingga inilah alasan mengapa beliau memutuskan untuk mengkonversikan hasil karyanya menjadi buku. Walaupun prosesnya tidak mudah karena laporan karya ilmiah dan buku tidaklah sama. Ada beberapa hal yang harus dihilangkan dan ada beberapa hal yang harus ditambahkan.

Menurut narasumber ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin mengubah karya ilmiah menjadi buku, antara lain:

a. Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh: 

Judul Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA. Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset.

Saat diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul populer.

b. Ubah daftar isi 

Biasanya dalam karya ilmiah beberapa daftar isi berupa:

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 Teori Belajar: 

2.1. Hasil Belajar

2.2. Media Pembelajaran

2.3. Modul

2.4. Metode Pembelajaran

2.5. Pembelajaran Berbasis Riset

BAB 3 Media Pembelajaran 

BAB 4 Hasil dan Pembahasan

BAB 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Adapun daftar isi pada buku:

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 Teori Belajar 

2.1. Belajar

2.2. Permasalahan Dalam Pembelajaran

2.3. Hasil belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya

BAB 3 Media Pembelajaran

3.1. Pengertian Media

3.2. Jenis Media

3.3. Manfaat Media

BAB 4 Mengenal Buku

4.1. Pengertian Modul

4.2. Karakteristik Modul

4.3. Sistematika Modul

4.4. Kelebihan Modul

BAB 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

c. Ubah sedikit Isi Karya Ilmiah

Hilangkan semua kata "penelitian, laporan PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah. Jangan terlalu banyak menampilkan grafik sebaiknya ubahlah grafik dalam bentuk kalimat. Gunakan susunan dan gaya tulisan bebas, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya agar pembaca memahami isi buku secara lengkap dan mengena.

Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya. Jangan lupa mengulas mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang kita lakukan agar pembaca yakin bahwa kita memang benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

d. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit

Adapun isi dari karya ilmiah versi buku tidak melulu harus menampilkan data hasil penelitian. Seperti pada contoh buku yang ditampilkan narasumber beliau lebih fokus pada pembahasan mengenai bagaimana membuat aplikasi gamifikasi dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran bukan pada hasil penelitiannya.

Dari pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber, maka kesimpulan yang dapat saya ambil yaitu kita harus menentukan fokus / topik yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya agar bisa lebih mudah mengubah karya ilmiah tersebut. Gunakanlah teknik parafrase atau teknik lainnya agar tidak terjadi self plagiarisme pada isi buku. Ingatlah untuk mengubah Karya Tulis Ilmiah sesuai dengan aturan yang ada sehingga Karya Tulis Ilmiah versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan aslinya. Sehingga fungsi buku yang kita buat bukan hanya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya selain itu kita juga dapat memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangatlah penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Dan yang paling penting, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

3. Sesi Tanya jawab (20.00 – 21.00 WIB)

Pukul 20.16 menit sesi tanya jawab pun dibuka. Ada 11 pertanyaan yang diajukan oleh peserta pelatihan dan semuanya dijawab oleh narasumber dengan santai menggunakan bahasa yang sederhana namun bisa dipahami olehku khususnya. Waktu terus berjalan tak terasa sudah pukul 21.28 menit kelas menulis kami sudah tiba di penghujung kegiatan. Sebuah pemantik semangat yang mengena di hatiku saat narasumber menyampaikan hal berikut: 

Ubahlah mind set kita agar kita bisa menjadikan kegiatan menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan. Karena saat kita sudah suka maka tidak akan ada lagi rasa susah dan terpaksa. Dan jikalau di tengah perjalanan ada masalah atau rintangan, maka akan lebih mudah menyelesaikannya. Yakinlah buku adalah memoar diri kita, meskipun kita sudah tiada, maka melalui bukulah nama kita akan selalu dikenal sepanjang masa. Tertegun rasanya saat ku baca kutipan terakhir yang disampaikan narasumber. Tak terasa semakin besar rasa ingin tahuku tentang menulis ini. Semoga aku bisa tetap istiqomah mengikuti kegiatan belajar menulis ini hingga akhirnya aku bisa mengeluarkan buku solo seperti Bu Rosminiyati, dan narasumber lainnya yang menjadi panutanku...

4. Penutup

Kegiatan menulis kami pun ditutup moderator dengan mengucapkan salam. Dan kami pun kembali dengan tugas kami seperti biasanya yaitu membuat resume materi yang telah kami terima setiap harinya.

A bunch of thanks for Ibu Nora and Bu Ros... semoga aku juga bisa mengikuti jejak kalian and thanks for inspiring me to keep survive.


Tuesday, October 5, 2021

Writing is My Challenge

 


Judul              : Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Resume ke     : 1  (Satu)

Gelombang     : 21 (Dua satu)

Tanggal           : 4 Oktober 2021

Narasumber     : Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd

Saturday, October 2, 2021

Introduction

 Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh, alhamdulillah..setelah berhari - hari menyimak Grup Belajar  Menulis 21 akhirnya aku memutuskan untuk membuat Blog ku sendiri😅Bermodal nekat dan belajar memahami instruksi yang diberikan salah seorang pemateri di grup .. Pak Brian Prasetyawan, it is really helpful..finally..taaadaaaa..😄😄jadilah blog ku...masih tahap belajar sih dan sangat butuh saran, kritik dan masukan dari teman -teman semua. 

Well.. this is the 1st time for me untuk membuat tulisan...Thanks ya Pak Brian atas bantuannya, Om Jay, and all teams yang terus support kami untuk mengikuti kegiatan Belajar Menulis ini..Ups.. 😊Lupa memperkenalkan diri cause I'm so excited🙏.. Hi..Saya Lusi Apriyana, salam literasi ya teman - teman..

Teks Deskriptif

Silahkan tautkan rekaman video kalian ttg karangan deskriptif dgn judul Le Bront James..dibagikan comment dibwah ini ya nak..jgn lupa buat n...